Children Kid Show And Photography

Di sela- sela show, jika bertepatan nge-job di luar daerah, aku sempatkan untuk mengeksplore seni fotograpi. Alasanya simple, aku butuh new persepektif dalam menantap kehidupan. Alasan lainnya, aku ingin sekali ada percikan sejarah yang tak ingin aku lupakan. Jadi, 550D canon selalu ngikut di sepanjang showku. Alasan terakhir, aku masih proses belajar 🙂

Coretan ini bukan tutorial fotograpi atau pun tips sulap, tapi sekedar tulisan yang keluar begitu saja, jadi mohon maaf jika Anda baca ini tidak ada aspirasi – inspirasi nantinya.

Nah, intinya…

Aku suka menghibur lewat seni sulap dan ventriloquist, kemudian aku terhibur dengan mengabadikan gambar yang – biasanya jarang aku lihat dalam kejadian sehari. Misal; anak yang ketawa – karena momen itu sulit sekali diulang. Ada lagi seperti, kota-kota yang mungkin saja aku tak dapat kudatangi karena alasan sekedar foto, jadi lewat show ini saja aku dapat kesempatannya.

20140223-002259.jpg20140223-002312.jpg20140223-002337.jpg

Semoga aku gak jenuh dengan aktifitas ini, berkarya, dan membuat senang semua orang.

Salam,
Jerry Gogapasha.

20140223-002628.jpg

20140223-002359.jpg

20140223-003150.jpg

Advertisements

Ala Ryan Show Kompas TV

Tampil dengan komedian papan atas seperti Dani, Ernest, Ryan dan Ria-Agnes adalah kesempatan yang besar. Saya sangat bersyukur bisa sepanggung dengan mereka.

Pelajaran dan tentu pengalaman banyak saya dapat dari mereka. Mulai dari cara mereka berpikir dan mengambil langkah solutif ketika dihadapkan pada masalah.

Ketika Ryan diberi topic baru, on the spot, langsung kita berunding secepat kilat, skenario komedi smart apa yang harus dicetuskan, hitungan detik, kasus kami langsung clear.

Bisa saja ini adalah mindset dalam komedi. Entalah…. yang pasti, comedian, mempunyai talent tersendiri yang sulit ditemukan di dunia business atau dunia akademik. Mungkin suatu saat, aku bisa bisa menjelaskan ini.

wpid-578130_10150926557805349_729135348_9734006_723584885_n-2012-05-30-11-30.jpg

Kita MEMBELI KONDISI [Comedy Analisis]

Kita hanya membeli Kondisi – Anthony Robbin

JUST FOR LAUGH

Kita tertawa oleh karena:

  1. Melihat orang lain menderita.
  2. Tegang dan Lega. (tension and release)

wpid-images-2012-05-2-12-16.jpgwpid-1____images-2012-05-2-12-16.jpg

Mengetahui mengapa orang tertawa, mari meninjau aksi just for laugh yg berhasil membuat banyak orang tertawa – seluruh dunia. Serta, dipastikan, tidak ada yg sakit hati dalam menyaksikan tayangan ini.

KITA MENERTAWAKAN DERITA ORANG LAIN
Tujuan JFL adalah membuat korban menjadi bingung, salah tingkah, dan menderita. Saat itu pemirsa tertawa.

Karena kita manusia yang selalu
mendapatkan kondisi superior ketika melihat dan menyaksikan orang lain menderita. Dan ini adalah sebuah KONDISI.

Kondisi dimana kita sudah standby untuk melepas tawa. Karena kita masuk dalam kondisi tension. Setiap kali ada orang yang
menderita, kita selalu tegang. Semisal kecelakaan.

Coba lihat koran langangan anda, pasti banyak membahas situasi yang buruk.

wpid-2____images-2012-05-2-12-16.jpg

Kita merasa beruntung, perisitwa mengerikan itu tak terjadi padaku. Kita dalam rasakan diri kita dalam kondisi:
– Beruntung
– Superiority
– Aman
– Tak kena masalah

Tawa dan penderitaan
Nah, sekarang, mengapa ada orang tertawa karena penderitaan orang lain?
jawabannya ialah KONDISI

wpid-3____images-2012-05-2-12-16.jpg
Kita menciptakan kondisi itu sebagai bagian dari hiburan. Jika tidak ada unsur sebagai hiburan, maka peristiwa mengerikan itu
adalah HOROR. 😀

Maka, tak salah jika sang MC acara mengucapkan “Mohon, ini adalah HIBURAN SEMATA…..” ini adalah sebuah menyampaian
kondisi kepada penonton agar tidak menelan menta-menta periswa memalukan di atas panggung.

Kita tarik kesimpulan, bahwa kita tetap menyaksikan kondisi KECELAKAAN tapi dicampur dengan HIburan (rekayasa hiburan).
wpid-4____images-2012-05-2-12-16.jpgwpid-5____images-2012-05-2-12-16.jpg

Nah, Kembali ke JUST FOR LAUGH

Dari sisi PEMIRSA DIRUMAH KITA TERTAWA KARENA MELIHAT ORANG LAIN MENDERITA KARENA ADA YANG MENDIRITA.

wpid-unknown-2012-05-2-12-16.jpg

Sisi yang kedua, ialah saat korban yang kerjai pada akhirnya tertawa setelah semua keadaan (derita) yang meraka alami tenyata
tak terjadi, hanya rekayasa tim Just for Laugh. Seperti, “Oh, lega rasanya, ternyata kejadian ini hanya main-main belaka” kata salah korban
wpid-6____images-2012-05-2-12-16.jpg

Dan tentu yang ke tiga adalah team yang merekayasa kejadian horor tersebut.

wpid-7____images-2012-05-2-12-16.jpg

Sekarang kita sedikit tahu, bahwa kita tertawa karena ada unsur:

  1. 1. Melihat orang lain menderita.
  2. 2. Tegang dan Lega. (tention and release)

Dan jelas sekali bahwa, kita tertawa oleh kondisi.