Asal usul Kartu

Kita sebagai pesulap pada umumnya udah enggak canggung lagi dengan yang namanya kartu. Oh iya, yang dimaksud dengan “kartu” disini adalah kartu-main dong (deck of cards), seperti Aviator, Bicycle, Piatnik, Talihoo, dll. Jadi bukan kartu ulang tahun, kartu parkir, dll.

Mungkin selama ini kita enggak pernah perduli, tapi sebenernya kartu-main itu banyak jenis dan berbeda-beda pula penampilan serta jumlah kartunya dalam per set-nya.

Kartu yang kita kenal dan sering kita pake untuk sulapan sekarang ini adalah jenis kartu dari INGGRIS. Karena itu, pada umumnya kita juga jadi terbiasa dengan nama kartu dalam bahasa Inggris, seperti “JACK (J)”, “QUEEN (Q)”, “KING (K)” dan “”ACE (A)”. Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER.

Mengenai asal-usul JOKER dan ada berapa JOKER di dalam satu set kartu bisa kamu liat di asal usul kartu JOKER…

Selain jenis kartu INGGRIS  masih banyak lagi jenis lainnya, seperti jenis kartu dari daratan Eropa, Persia, Cina, Mesir, dll. Jumlah kartu per setnya ada yang 24, 32, 72, dll. Penampilannya juga beda-beda, ada yang kurus panjang, ada yang bunder, ada yang lebar. Terus, ada kartu yang cuma ada gambar/symbolnya doang dan ada juga yang bertuliskan huruf, tapi bukan J,Q,K dan A. Puyeng kan?? Belom seberapa Cing..

Yang jelas, yang namanya kartu ya baru ada setelah manusia berhasil membuat kertas. Karena itu, diduga bahwa kartu-main pertama adalah dari daratan Cina. Karena kertas itu kan pertama-tama ditemukannya di China. Dan yang jelas pula adalah bahwa pada awalnya kartu enggak dibuat untuk maen, tapi untuk tujuan tertentu, misalnya untuk ngeramal, untuk meditasi dan/atau untuk tujuan seremonial. Oleh sebab itu, jumlah kartu dalam satu set-nya juga enggak sembarangan, melainkan dalam jumlah dengan angka yang bermakna. Misalnya:

o Jenis kartu dari Inggris itu jumlahnya 52. Kenapa kok 52? Karena

setiap kartu mewakili satu minggu dalam satu tahun. Karena jumlah

minggu dalam setahun adalah 52, ya maka jumlah kartu dalam satu

set adalah 52;

o 52, … 5+2 = 7 = jumlah hari dalam satu minggu;

o Terus, satu tahun di daratan Eropa terdiri dari 4 musim (musim

dingin, gugur, semi dan musim panas), karena itu dalam satu set

kartu ada 4 golongan, yaitu:

– Sekop (♠), mewakili musim dingin, mewakili unsur

angin/ udara dan melambangkan runcingnya lambang

pedang di kartu Tarot;

– Hati (♥), mewakili musim gugur, mewakili unsur air

dan berasal dari lambang piala pada kartu Tarot;

– Wajik (♦), mewakili musim semi, mewakili unsur tanah

dan berasal dari lambang pentagram pada kartu Tarot;

– Keriting (♣), mewakili musim panas, mewakili unsur

api dan berasal dari gambar dedaunan yang terdapat

pada lambang batang kayu (tongkat) di kartu Tarot;

o Dalam satu golongan terdapat 13 kartu (dari Aas s/d King). 13

adalah jumlah minggu dalam satu musim;

o 13, … 1+3 = 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru

angin;

o Lanjut, kenapa kok kartu terdiri dari kartu merah dan kartu item?

Karena merah mewakili siang dan item mewakili malem;

o Lha, terus gimana dengan kartu angka? Itu karena dalam metrik

Inggris kan angka cuma  ada dari 1 (=Aas) s/d 9,

sedangkan di atas itu yang ada adalah cuma

pengulangan angka doang! Angka sepuluh

diperbolehkan ikutan, sebab angka “0” enggak

mereka pake, maka angka “10” adalah angka

pertama dimana “0” jadi kepake dan punya arti ;

o Kok ada kartu King, Queen dan Jack segala? Iya,

ada kartu King, Queen dan Jack itu karena pada

system hirarki di Inggris pada zaman itu kuasa yang tertinggi adalah

pada Raja (=King), yang didampingin oleh sang Ratu (=Queen) dan

sang Putera Mahkota atau kesatria (=Jack).

Catatan: Kalau di kartu Tarot, enggak ada tuh angka “10”, yaitu karena mereka enggak menganut faham bahwa “0” itu punya arti. Sebagai gantinya mereka punya kartu gambar yang nilainya dibawah si JACK (=kesatria), yaitu gambar kenek-nya si Jack. Pada zaman dulu, si kesatria mah enggak pernah mau ngebopong pedang, tombak, tameng, dll. Berat atuh! Yang ngebopong rombengan ini dan ngurusin kudanya sang kesatria adalah si kacung/kenek;

o Yang lebih edan lagi, kalau angka kartu dalam satu golongan kamu

jumlahin semua (Aas = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13),

maka jumlah totalnya adalah 364! Equivalen dengan jumlah hari

dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

o Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck

kamu itung, baik dalam bahasa Inggris, Jerman ataupun Perancis,

maka jumlahnya adalah 52!!! Equivalen dengan jumlah minggu

dalam satu tahun!

Kalau enggak percaya itung sendiri (catatan: ch=1),

Bahasa Inggris: Ace, two, three, four, five, six,

seven, eight, nine, ten, Jack, Queen,

King;

Bahasa Belanda: Aas, twee, drie, vier, vijf, zes,

seven, acht, negen, tien, Boer, Vrouw,

Heer;

Bahasa Jerman: As, zwei, drei, fünf, sechs, sieben,

acht, neun, zehn. Bube, Dame, König;

Bahasa Perancis: As, deux, trois, quatre, cing, six,

sept, huit, neuf, dix Valet, Reine, Roi.

Heh loh! Mau bilang ini semua cuma kebetulan? Ya enggak mungkin lha yauuu!!! Masak kebetulan bisa berendeng seperti ini? Ini semua bukan kebetulan, tapi udah dipikirin mateng-mateng dan saling punya arti yang dalem banget.

Karena pada zaman baheula kertas itu mahal dan susah ngebuatnya serta cat untuk mencetak/mewarnai kertas juga masih langka, maka kartu pada zaman dahulu adalah bukan untuk orang awam, melainkan hanya untuk kaum bangsawan dan/atau tokoh agama doang. Karena itu pada zaman-zaman itu permainan dengan menggunakan kartu juga enggak terlalu berkembang.

Pada abad 17, dimana orang di daratan Eropa udah pada pinter bikin kertas dan menguasai teknik cetak, baru deh harga kartu-main mulai terjangkau oleh orang kebanyakan dan menjadi amat merakyat. Macem-macem jenis permainan dengan kartupun mulai bermunculan dan digemari oleh masyarakat. Tapi, jenis permainan dengan kartu yang paling nge-trend adalah untuk permainan judi.

Terus kenapa kok dari semua kartu yang paling nge-top adalah kartu Aas (kata yang benar adalah “Aas”, bukan “As”. Kalau “As” itu adalah poros, misalnya as mobil. “Aas” adalah nama kartu)? Alasannya ada hubungannya dengan pajak pemerintah. Pada abad 17 judi dengan menggunakan kartu sedemikian nge-trend-nya sampe pemerintah di daratan Eropa jadi gregetan dan mencoba ikutan ngambil keuntungan dari permainan judi dengan kartu ini, yaitu dengan mengenakan PAJAK pada setiap set kartu yang dibuat (laku enggak laku, pokoknya begitu kartu dibuat langsung bayar pajak dulu!). Nah, sebagai bukti bahwa kartu itu udah terdaftar dan udah bayar pajak, maka di setiap set kartu ada satu kartu yang di-stempel oleh kantor pajak. Stempel ini biasanya dicap di kartu Aas, karena kartu ini adalah kartu berpenampang kosong paling luas. Belakangan malah disediakan tempat khusus untuk stempel pajak, yaitu di tengahnya kartu Aas Sekop atau Aas Hati. Kalau polisi mengadakan penggeledahan dan menemukan set kartu tanpa cap dari kantor pajak, maka orang yang nyimpen dan/atau menggunakan set kartu tersebut dikenakan denda sebesar 20 kali dari harga jual dari set kartu tersebut. Nah lho! Oleh karenanya, orang-orang pada zaman itu jadi pada hemat dan ati-ati banget sama kartu yang ber-stempel ini, … makanya kartu Aas jadi penting banget dan langsung nge-top, deh!

Gitu sedikit cerita mengenai asal-usul kartu-main. Semoga dengan mengetahui cerita ini kamu jadi makin seneng ama permainan sulap dengan kartu. (oleh Tony Chen)

Sumber

 www.pojoker.com

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s