||magicberry|| Stand up Motivator Bpk. Tanadi Santoso and Comedy Magic By Mr. Cahyo

Woww.., istimewa sekali ya bro, sayang aku lagi di Solo, klo nggak aku pasti ikut datang (*kalo diajak).

Small talk:

Pesan Moral: Pelajaran bawalah property dimanapun anda berada.

Btw my brotha, meskipun memang dengan property sulap yang telah kita persiapkan hasilnya bisa maksmial, but in the impromptu situation, why need props, when we can do magic without props(impromptu magic)? For example Dis-jointed or classic twisting the arm(we can used this as comedy magic also), magician force, and many more…?

*just share brotha^^

Magically yours,

Didi Constano
-magicman-

I’m not The Master, I’m The Magicman

– Nobody is perfect…, I’m nobody –

Stand up Motivator Bpk. Tanadi Santoso and Comedy Magic By Mr. Cahyo

Kemarin 2 pukul siang, masuk pesan  ввм™

“Jer, di sby? Kalo nganggur isa ke rotary nanti aku seminar pendek 7 rahasia wanita dan 7 rahasia pria, jam 5 30 sore di empire sby” -Bapak Tanadi Sam Design

Kebeteluan, saya masih di meeting dengan producer televisi lokal.

“Oke, siap pak Kwang (Tanadi Santoso -nama panggilan sejak saya kecil)

Sampailah saya di Empire. Saya mengikuti pembacaan laporan yang tidak saya mengerti, pikiran saya berimajinasi macam-macam. Mulai materi joke-sampai harga cabe 1kg yang terus meroket.

“Tok…tok..”
“Masuk!” Kata Presiden Rotary

Keluar kepala dari balik pintu yang tak asing, eh tak disangkah, suhu Cahyo and assistant “cantik-nya” Jemmy Fonda. Hahaha

Ternyata, suhu sudah siap dengan property magic yang nantinya akan mengocok perut kita semua. Sumpah lucu habis…

Awal pertujukkan dibuka oleh materi pak Tanadi (pak Tan) dengan materi 7 rahasia Wanita dan 7 rahasia Pria. Dan tak diduga pak Tan sukses memutar balikan isi perut penonton dengan joke dan anekdotnya . Per menit kita tertawa 5-6 kali. Sekarang pun jika mengingat materi beliau masih ingin ketawa. Luar biasa mengikat materinya!

Materi pak tak dibalut dengan joke sehari-hari yang sering terjadi antara suami dan istri tapi kita jarang melihat sebagai mata orang ketiga. Padahal jika melihat dengan POV yang berbeda, konflik sehari-hari itu dengan mudah kita lewati.

Pak Tan menutup dengan klimak joke lebih lucu lagi. Maka tak salah 20 menit pak Tan berdiri, 20 menit stand up comedy live kita dapatkan.

Setelah pak Tan mendapat tepuk tangan, giliran Master Cahyo yang melanjutkan. Dan ruangan yang sebelum dingin serentak menjadi panas oleh cekakak-cekikik tawa kita. Rutin komedi sulap sukses memancing tawa kita. Cecakpun dapat jatuh karena ikut ketawa.

Show ditutup oleh performa saya, tentunya dengan alat super mahal dan langka, bicycle card deck.. Halah… Card itupun saya dipinjamin oleh pak Tan. Maklum, saya gak sempat pulang untuk preparation dan “gendhong” piko. Haha. Sulap dadakan..

Pesan Moral: Pelajaran bawalah property dimanapun anda berada. Seperti mama bilang waktu saya kecil dulu.

Salam,
Piko

Table to Table Magic

Pak kumis baru saja merintis usaha eo baru. Beliau mengajak 3 anak muda ,tetangga rumah, sebagai crew

Malam ini Perdana usahanya dijalankan acara wedding sederhana, hanya 5meja dalam restoran oriental.

Diawali dengan briefing para crew. Pak kumis membagi job disc para crew “Tomo standby bagian music, Amir bagian lampu, dan Togel bagian sulap.” Kemudian Pak kumis ajari 3trik yang baru dibeli di alakazam bulan lalu. Sulap instan.

Tomo dan amir berpencar.

“Togel, 10 menit lagi, kamu main di meja-meja itu, main seperti yg saya ajarkan tadi ya, saya tinggal sebentar, urus tim penari di belakang”

15 menit berlalu…

Pak kumis Mendatangi Togel yang sedang asyik main sulap di meja ke 2. Semua Penonton melotot kebingungan.

“Togel! Apa yg kamu lakukan?”
“Nyulap pak dari meja ke meja, seperti yang bapak ajarkan”
“Bagus, tapi gak perlu sampai menaiki meja seperti ini, goblok!!!”

Sulap Dongeng, Tak Sekedar Hiburan

Sulap Dongeng atau Sudong manggung di puncak malam Tahun Baru 2011 tingkat Jawa Barat di Gedung Merdeka Kota Bandung, pada sesi terakhir menjelang detik-detik malam pergantian tahun, Jumat (31/12).

Taufik Faturahman sang ’pelaku sudong’ dengan gaya bicaranya yang datar dan ’nyeleneh’ mampu membuat undangan tersenyum sambil meresapi makna dongeng pria berikat kepala batik itu.

“Sudong bukan sebatas sulap dan dongeng, namun punya misi edukasi dan mengasah ketangkasan. Sulap bisa dipelajari dan dongeng bisa diikuti,” kata Taufik yang akrab disapa Kang Opik itu.

Bukan sekali ini saja Sudong manggung dan diperkenalkan kepada publik, khususnya di Jawa Barat. Cara menampilkan Sudong tidak lepas dari belajar dengan gembira.

Pesulap yang juga pendongeng bisa menyampaikan informasi dan pendidikan kepada penontonnya dengan gaya yang ringan, komunikatif dan menghibur.

“Pesulap harus rela berbagi trik sulapnya bercerita ringan namun berkualitas tentang suatu tema yang mendidik. Ukurannya pendengar harus pulang dengan kesan dan mengingat pesan yang kita sampaikan,” kata Taufik yang juga pemilik percetakan CV Geger Sunten Bandung itu.

Siapapun bisa mementaskan Sudong, dan hal itu bisa dilakukan dimana saja di rumah, sekolah, lingkungan tempat tinggal, saat ronda malam atau juga di tempat keramaian.

“Siapapun orang bisa bertutur, dan lewat Sudong bisa menemukan nuansa lain. Kita berdiri dan tampil untuk menyenangkan orang lain dan memberikan pengetahuan kepada mereka,” kata Taufik yang juga piawai bermain debus itu. Sumber: KOMPAS.com–