Sulap Dongeng, Tak Sekedar Hiburan

Sulap Dongeng atau Sudong manggung di puncak malam Tahun Baru 2011 tingkat Jawa Barat di Gedung Merdeka Kota Bandung, pada sesi terakhir menjelang detik-detik malam pergantian tahun, Jumat (31/12).

Taufik Faturahman sang ’pelaku sudong’ dengan gaya bicaranya yang datar dan ’nyeleneh’ mampu membuat undangan tersenyum sambil meresapi makna dongeng pria berikat kepala batik itu.

“Sudong bukan sebatas sulap dan dongeng, namun punya misi edukasi dan mengasah ketangkasan. Sulap bisa dipelajari dan dongeng bisa diikuti,” kata Taufik yang akrab disapa Kang Opik itu.

Bukan sekali ini saja Sudong manggung dan diperkenalkan kepada publik, khususnya di Jawa Barat. Cara menampilkan Sudong tidak lepas dari belajar dengan gembira.

Pesulap yang juga pendongeng bisa menyampaikan informasi dan pendidikan kepada penontonnya dengan gaya yang ringan, komunikatif dan menghibur.

“Pesulap harus rela berbagi trik sulapnya bercerita ringan namun berkualitas tentang suatu tema yang mendidik. Ukurannya pendengar harus pulang dengan kesan dan mengingat pesan yang kita sampaikan,” kata Taufik yang juga pemilik percetakan CV Geger Sunten Bandung itu.

Siapapun bisa mementaskan Sudong, dan hal itu bisa dilakukan dimana saja di rumah, sekolah, lingkungan tempat tinggal, saat ronda malam atau juga di tempat keramaian.

“Siapapun orang bisa bertutur, dan lewat Sudong bisa menemukan nuansa lain. Kita berdiri dan tampil untuk menyenangkan orang lain dan memberikan pengetahuan kepada mereka,” kata Taufik yang juga piawai bermain debus itu. Sumber: KOMPAS.com–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s