Performa II (habis)

Hai brother,

Semoga coretan awal kemarin “performa” masih anget. Hubungan Film and magician

Kesan yang ditinggalkan oleh magician seperti aroma minyak wangi kelas wahid. Ingat di mall, saat Anda mencium Aroma wangi yg berputar-putar di sekitar hidung, padahal empunya sudah jauh di sono. Kesan mirip seperti itu.

Nah, dalam sulap, kesan di hasilkan oleh tools dan misdirection

—-Tools—-
Saat ini, saya masih memegang JK Rowling, penulis novel Harry Potter, dalam urusan penciptaan kesan. Tokoh utamanya dibangun dalam begitu nyata dalam sebuah dimensi sosial lengkap dengan: sistem politik, budaya penyihir, setting fantasi, olahraga fantasi, dan masih banyak lagi. Dan saya sebut elemen-elemen itu adalah tools. Subject milik jk rowling.

Dalam sulap “tools” atau subject ialah properties, gimmicks, devices and teknik pesulap.

—-Misdirection—

Disini, Rowling berhasil menjalankan tools nya untuk membangun misdirection. Yang pada akhir setiap bab membuahkan surprise. Setiap kejutan pasti meninggalkan kesan. “Kok iso yo?”

Dan tentu itu tidak mudah. Pasti membutuhkan konsentrasi dan daya imajinasi yang terlatih.

Kita magician, punya keuntungan. Karena tools kita visible. Dapat kita gerakan dan pindahkan secara fisik. Tidak perlu berimaginasi seberat rowling.

Hanya kembali kepada magiciannya, maukah menciptakan misdirection sempurna dan diledakan dalam surprise? Hingga menimbulkan efek “kok iso yo?”

Bagaimana menurut brothers?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s