Children Kid Show And Photography

Di sela- sela show, jika bertepatan nge-job di luar daerah, aku sempatkan untuk mengeksplore seni fotograpi. Alasanya simple, aku butuh new persepektif dalam menantap kehidupan. Alasan lainnya, aku ingin sekali ada percikan sejarah yang tak ingin aku lupakan. Jadi, 550D canon selalu ngikut di sepanjang showku. Alasan terakhir, aku masih proses belajar đŸ™‚

Coretan ini bukan tutorial fotograpi atau pun tips sulap, tapi sekedar tulisan yang keluar begitu saja, jadi mohon maaf jika Anda baca ini tidak ada aspirasi – inspirasi nantinya.

Nah, intinya…

Aku suka menghibur lewat seni sulap dan ventriloquist, kemudian aku terhibur dengan mengabadikan gambar yang – biasanya jarang aku lihat dalam kejadian sehari. Misal; anak yang ketawa – karena momen itu sulit sekali diulang. Ada lagi seperti, kota-kota yang mungkin saja aku tak dapat kudatangi karena alasan sekedar foto, jadi lewat show ini saja aku dapat kesempatannya.

20140223-002259.jpg20140223-002312.jpg20140223-002337.jpg

Semoga aku gak jenuh dengan aktifitas ini, berkarya, dan membuat senang semua orang.

Salam,
Jerry Gogapasha.

20140223-002628.jpg

20140223-002359.jpg

20140223-003150.jpg

Advertisements

Tom, Boneka Pertama

Oleh: Jerry Gogapasha

Aku pulang! 57 langkah, masuk kamar dengan sumber tenaga yang terkuras oleh racun DP.
Tom, tersenyum melihat keadaanku. Aku tertidur.

Ventriloquism yang berarti seni bicara dengan perut adalah seni klasik yang tergolong unik. Luar biasa uniknya sampai aku terpikat oleh seni ini.

Awalnya, aku melihat permainan ini di TVRI (TV nasional hanya itu satu-satunya). Ventriloquist (pemain boneka) dengan lihai membuatku terpanah, mungkin bila aku bayangkan keadaan diriku waktu itu, seperti seorang anak yang melihat aksi permainan boneka di layar tv dengan bibir terbuka, cairan ludah yang tumpah dari lubang mulutnya tak terbendung, dan merasakan sensasi hiburan luar biasa, hingga dia terinspirasi kuat bahwa hidupnya nanti akan diabdikan pada sebuah profesi, yaitu sebagai pemain boneka. Pemain boneka?, ya, bukan presiden atau dokter, cita-citaku adalah pemain boneka.

Masa itu aku masih berumur 5 tahun. Kronologis waktu itu aku berhasil korek dari ayahku. Kebetulan beliau juga menonton acara itu. Bahkan dia juga sempat melihat reaksiku (fisiologisku berubah drastis) ; dari yang anak yang sering kesetanan; lompat-lompat tak ada arah, teriak keras ala buruh yang menuntut haknya, ataupun seperti tupai yang bermain dalam miniatur komedi putar yang tak pernah henti berlari-lari. Kata ayahku, setelah acara ventriloquism itu selesai, umurku berubah total! (lebih tua, tepatnya) tidak selayaknya anak berumur 5 tahun. Aku lebih sering termenung, melamun, terkadang mengeluarkan suara-suara aneh dari tenggorokanku. Mungkin, itu suara boneka pertamaku.

7 tahun telah belalu…

Ketika menginjak SMP, ada teman sulap (mr. Cahyo) yang berbaik hati…. selanjutnya…

Demam Panggung???

Menunggu di sayap panggung sebelum tampil bicara bisa sangat menegangkan. Memikirkannya saja mematikan banyak pembicara bahkan sebelum mereka memulai berbicara.

Para pesulap menggunakan berbagai teknik persiapan dan relaksasi yang sama dengan yang digunakan oleh mereka yang merupakan artis teater (Steve Cohen dalam bukunya: Memukau Audiensi dengan Pengaruh dan Karisma)

Saya sering digelontor pertanyaan dari orang awam maupun para pesulap, perihal psikologi diri; bagaimana cara mengatasi demam panggung?

Terus terang, saya sedikit bingung untuk menjawabnya. boro-boro ingin memberikan jawab pas, saya sendiri pun jika dihadapkan dalam keadaan (baca: show)  tertentu  masih juga terjaring dengan apa yang dinamakan demam panggung.

Nah, mungkin anda, yang sudah maupun telah mengalaminya. Adakah tips dan trik yang bisa di share dalam blog ini?

Silahkan memberikan komentar di sini.